Sabtu, 07 Mei 2011

PENSI SMANCIL 2011 ~SONIC~

tahukah kamu Killing Me Inside? sayangnya aku tidak tau, hehehe. err, yang aku tau, itu nama band di Indonesia, ya hanya tau itu saja dan hari ini tampil di acara pensi SMAN 1 Cilegon. tidak terlalu mengesankan, err karena aku tidak mengerti ^^
mulai bercerita tentang pensi. ramai, pasti. sesak, tentu. dan yang paling penting banyak 'ababil' muncul, yah mereka, ababil (abege labil). mau muntah, sangat sangat sangat! dimana-mana ababil, lihat kanan muncul ababil, kiri juga, belakang, tepat didepan mata, di segala penjuru ababil itu muncul sampai-sampai aku angkat kaki dari area ababil itu, tentu... ke tempat yang agak sepi. hanya bisa sebentar saja, selanjutnya kembali ke area ababil karena harus ikut bergabung ke stand bazaar yang dibuat kelasku, XI IPA 6. stand mini yang dibuat semalaman, dengan jerih payah, err sedikit lebay sih, hanya menghias asal-asalan tapi hasilnya lumayan, hahaha memuji saja ^^
tidak ada yang menarik di pensi, yah memang aku tidak pernah tertarik dengan hal-hal seperti itu, err semacam pensi-pensi seperti tadi. karena harus ikut kolaborasi ekskul dan diwajibkan datang jam 6 pagi untuk gladi bersih, akhirnya jam setengah 7 sudah berdiri di sekolah, ooh sial ternyata gladi bersih dibatalkan, satu kata err menyesal, sangat sangat sangat! kolaborasi akhirnya selesai, club Jepang yang ikut serta maju dengan yukata, walaupun aku ketuanya, err tapi aku tidak maju, kuserahkan semuanya pada dua kouhai
(1)ku tercinta, Nirania dan Reni (yang tadinya Melinda, tapi anak itu menolak, aku kasih nilai D di club Jepang baru tau rasa dia, hehe bercanda kok).
menunggu sampai sore hanya untuk Killing Me Inside, tidak untukku, yang aku tunggu di pensi adalah.... Astriana ^^ rencananya datang pensi hanya untuk bermain dengannya, hehe. tapi ternyata tidak hanya itu, err aku cukup sibuk di pensi tahun ini, yah... mungkin terlalu-menyibukkan-diri. setelah dia, err Astriana, err panggil saja Astri datang, aku langsung menempel padanya dan selalu padanya, entahlah... aku senang. dengan baju yang kembar, err hanya berbeda warna, aku warna putih, dia warna hitam.
secara keseluruhan, acara pensi di SMAN 1 Cilegon bisa dibilang sedikit gagal. kenapa? karna cuaca sama sekali tidak mendukung, hujan dari jam 6 pagi berturut-turut sampai sore hari, kadang sedikit cerah, kemudian hujan lagi. err, menyedihkan. tapi pada akhirnya tetap ramai, err sesak lebih tepatnya.
oh ya satu hal penting lagi, err sebenarnya tidak juga sih, dia... yang mirip dengan dirinya... ada disekitarku, sering, aku tidak kenal, hanya tau namanya, kelasnya ada disebelah kelasku, melihat 'dia' pikiranku lari ke arah 'dirinya', selalu selalu selalu terbayang, entah kenapa 'dia' ini selalu muncul, heran, ya, err lebih tepatnya agak tertekan, hmm aku kangen dirinya, err sahabatku yang sedang sakit, sungguh, semoga kamu cepat sembuh dan semoga kita bisa seperti sebelumnya, err setidaknya tidak seperti sekarang ini, kau mengerikan dan semuanya ulahku, aku mengerti... aku mengecewakan, dan membuat jenuh. maaf... kau dengar? walaupun kau bilang hanya 'omdo', kenyataannya ini bukan 'omdo', aku bicara serius dan tidak bohong, hanya saja... aku tidak mampu, err belum mampu lebih tepatnya. selengkapnya akan aku ceritakan besok, err tentang 'dia' dan 'dirinya', bukan membandingkan, tapi aku selalu memikirkan 'dirinya', selalu selalu selalu, lebih dari biasanya, dan takut... aku sama sekali tidak melihat 'dia' tapi yang selalu kulihat adalah 'dirinya'. hanya dirinya, aku yakin.

malam yang melelahkan setelah acara pensi. hujan seharian, langit sedang cengeng. setelah ini tidur dan besok mulai bercerita tentang 'dirinya'.
oyasuminasai
(2) ~ ;)

mini note (bahasa Jepang):
(1) Kouhai = adik kelas
(2) Oyasuminasai = selamat tidur

Jumat, 06 Mei 2011

Just Human. Not Humanoid


aku ingin berteriak hari ini! sibuk kesana-sini, err mungkin menyibukkan diri sendiri, ah ya! aku memang terlalu memaksakan. sebagai ketua club Jepang di sekolah, err sedikitnya aku diminta berpartisipasi dalam acara pentas seni (pensi) tanggal 7 Mei 2011, besok. awalnya santai-santai saja, kupikir tidak akan terlalu sibuk, yah tugasku di pensi ini hanya membentangkan poster yang bertuliskan 'Happy Birthday SMAN 1 Cilegon' dalam bahasa Jepang, yah kurasa tidak akan terlalu sibuk. ternyata salah, ternyata salah besar, err berat juga ternyata, harus ini harus itu, yah terlanjur sudah setuju, bagaimana caranya mundur? ng... tidak semudah yang terbayangkan ternyata. akhirnya, ikut saja dan aku sangat lelah!

oh my God! yah terlalu sial untuk sekarang ini. hari ini terlalu sibuk, kemarin, lusa, mungkin sampai besok. sahabat diabaikan, sedikit menyedihkan mungkin. aku hanya manusia, bukan manusia robot. sudah ku bilang berkali-kali, kan? Just Human, Not Humanoid. selalu.. selalu saja marah... aku juga bingung harus seperti apa. aku tau, sangat mengerti, bahkan merasa ikut tertekan. yah, kau sakit dan berada di rumah sakit. belum pernah menjengukmu sekalipun, mungkin kau pikir aku ini bohong saat berkata 'aku menyayangimu'. tapi inilah aku, sahabatmu, yang-mungkin-tidak-pernah-membuatmu- selalu-senang, yah, aku. aku minta maaf, mungkin jika kau melihat ini, entahlah... kau juga sudah bilang 'jangan kirim pesan lagi', kau sangat marah, aku mengerti, sangat mengerti kekecewaanmu. tapi apa yang harus aku lakukan? menjengukmu? aku bisa saja menjengukmu hari ini dan meninggalkan semua tugas-tugas yang terlanjur aku janjikan, sangat ceroboh. aku juga harusnya bisa menomor-satukan dirimu, meninggalkan hal-hal merepotkan ini, menjengukmu, merawatmu, tidak mengabaikan pesanmu, seharusnya aku begitu... sebagai sahabat yang baik harus bersikap seperti itu. nyatanya? Aku hanya sahabat yang bodoh, aku minta maaf. semoga setelah acara ini selesai, aku bisa memperbaiki diriku sendiri. menjadi sahabat yang baik, err semoga saja.

sore yang melelahkan, kehujanan saat pulang dari sekolah. setidaknya bisa menulis sebentar, aku lelah.
keep fighting! ;) *err, aku sendiri tidak yakin* ;(

Kamis, 05 Mei 2011

Sedikit Perubahan ~ tidak 'saya-kamu' tapi 'aku-kamu' ~

mungkin ini pertama kalinya aku (Rika Priwantina) tidak lagi memakai kata saya-kamu, err mungkin. karna mulai hari ini dan kedepannya, aku akan menceritakan seluruh hari-hariku dengan bahasa 'halus', err mungkin lebih kearah bahasa saat aku menulis novel, cerpen, puisi, atau sastra lainnya. 
entah kenapa, sangat menyenangkan dan mengalir. mengetik dengan cepat dan menciptakan beberapa kalimat yang terlihat, err unik.
bukan menyembunyikan karakter atau memalsukan identitas diri, hanya saja aku suka menulis dengan bahasa seperti ini. tidak baku dan tidak juga blak-blakan, yah setidaknya menulis dengan EYD dengan benar (^_^)
begini saja kuberitahu perubahan kecil yang err... rasanya tidak begitu penting. ini tulisanku, bukan tulisanmu. setidaknya aku yang memiliki hak untuk mengacak-acak tulisanku, jangan di maki, cobalah beri sedikit instruksi, itu saja.

rainy season, hujannya benar-benar betah dari pagi sampai sore begini (=_=)
enjoy with your umbrella! ;)

Rabu, 04 Mei 2011

Hidupmu, Menarik!

Q U O T E S


Di dunia ini, kita cuma hidup sekali..

Cobalah untuk selalu bersikap ceria dan pantang menyerah seperti Naruto..

Tolonglah setiap orang dengan ketulusan hati seperti Hinata..

Rajinlah belajar seperti Sasuke..

Sekali-kali bolehlah bersantai seperti Shikamaru..

Cobalah untuk selalu tampil menarik seperti Sakura dan Ino..

Jadilah orang yang pemberani seperti Tenten..

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan keluargamu seperti Neji..

Hadapi setiap masalah dengan tenang dan kepala dingin seperti Shino..

Tersenyumlah kepada semua orang seperti Sai..

Jangan lupa dengan hal yang dinamakan makan seperti Chouji..

Dan jangan lupa untuk selalu menunjukkan semangat masa mudamu seperti Rock Lee..

Jadilah sahabat yang setia seperti Kiba dan Akamaru..


copied from
Bellpoid01 via FFN

Selasa, 03 Mei 2011

Ilana Tan

penulis novel yang dari SMP saya suka itu namanya Ilana Tan. who is she? *eh emang dia cewe ya?* hahaha. ya ya ya kayaknya sih emang cewe.
kenapa suka sama dia? novelnya itu lhooo... mengalir ;) *lu pikir aer, ha?* pokoknya gaya penulisan dia itu keren, rapih, megalir, bikin kita ikut masuk ke dalem ceritanya, setting-nya menonjol (dari 2 novel yang pernah saya baca, 2 lagi masih dalam proses), intinya secara keseluruhan penulisan Ilana Tan itu RAPIH.

sekedar sharing, pertama kali baca novel Ilana Tan yang judulnya 'Autumn in Paris', err itu kado ulang tahun ke 15 dari temen-temen waktu SMP :)) *curhat mbak?* hohoho. setting-nya di kota Paris, kebetulan ada tokoh yang ada kaitannya sama Jepang, yah karna saya suka Jepang semangatlah saya baca novel yang tergolong tebel itu. ternyata oh ternyata, ga nyesel banget bacanya ;) KEREN. BAGUS. INDAH. AWESOME. GREAT. VERY GOOD. OMOSHIROI. KAKKOI. SUGOI. yah segala-galanya lah saking bagusnya *lebay luuu* tapi nyatanya emang gitu, err menurut saya sih.

walaupun belum baca ke-empat novelnya. saya mau tunjukin prolognya masing-masing, mulai dari novel pertama Ilana Tan - Summer in Seoul,

Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu
KONON ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya. Benarkah begitu?
Oh ya, ia sedang mengalaminya. Ketika tubuhnya terlempar ke sana-sini, pandangannya mendadak gelap, namun anehnya ia kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Ia juga bisa mendengar suaranya.
Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakan pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.
Hanya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin melihatnya sekali saja…
Tapi tidak bisa…
Suaranya tidak bisa keluar…
Ia tidak punya tenaga untuk bicara…




novel kedua, Ilana Tan - Autumn in Paris,

JALANAN sepi.
Langit gelap.
Angin musim gugur bertiup kencang.
Ia merapatkan jaket yang dikenakannya, namun tubuhnya tetap saja menggigil. Bukan karena angin, karena saat ini ia sama sekali tidak bisa merasakan apa pun. Sepertinya saraf-sarafnya sudah tidak berfungsi. Ia tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa bersuara, dan tidak bisa merasakan apa-apa.
Kecuali rasa sakit di hatinya. Ia bisa merasakan yang satu itu. Sakit sekali....
Butuh tenaga besar untuk menyeret kakinya dan maju selangkah. Sebelah tangannya terangkat ke dada, mencengkeram bagian depan jaket. Tangan yang lain terjulur ke depan dan mencengkeram pagar besi jembatan. Pagar besi itu seharusnya terasa dingin di tangannya yang telanjang, tapi nyatanya ia tidak merasakan apa pun walaupun ia mencengkeram pagar besi itu sampai buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap kosong ke bawah. Permukaan sungai terlihat tenang seperti kaca besar berwarna hitam yang memantulkan cahaya dari lampu-lampu di tepi jalan.
Air sungai itu pasti dingin sekali. Ia pasti akan mati kedinginan bila terjun ke sungai itu. Mati beku.
Ia hanya perlu membiarkan dirinya jatuh. Setelah itu seluruh tubuhnya akan membeku. Rasa sakit ini juga akan membeku. Ia tidak akan merasakannya lagi.


novel ketiga, Ilana Tan - Winter in Tokyo,

IA menyesap minumannya pelan dan memandang ke luar jendela. Salju mulai turun lagi. Ia berdiri di sana beberapa saat, memandangi butiran salju yang melayang-layang di luar.
Ada yang hilang.
Keningnya berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang. Ia tahu benar ada sesuatu yang hilang. Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu. Dan apakah sesuatu yang hilang itu penting atau tidak.
Ia menarik napas dalam-dalam. Yah... mungkin bukan sesuatu yang penting.
Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan. Aula besar itu mulai ramai. Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan mengobrol. Seorang kenalannya tersenyum dan melaimbai ke arahnya. Ia balas tersenyum dan mengangkat gelas.
Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu.
Orang yang baru memasuki ruangan. Matanya tidak berkedip mengamati orang itu menyalami beberapa orang sambil tersenyum lebar. Aneh... Ia menyadari dirinya untuk tidak mengalihkan pandangan.
Ia melihat orang itu mengambil segelas minuman dari meja bulat bertaplak putih sambil bercakap-cakap  dengan seseorang yang berdiri di sampingnya. Kemudian orang itu mengangkat wajah dan memandnag ke seberang ruangan. Tepat ke arahnya.
Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti.
Aneh sekali. Otaknya tidak mengenal orang itu. Ia yakin ia tidak mengenal orang itu.Tetapi kenapa hatinya seperti berkata sebaliknya?
Kenapa hatinya seakan berkata padanya bahwa ia merindukan orang itu?



novel keempat, Ilana Tan - Spring in London,

ADA sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku
belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya
adalah karena aku takut.
Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kauberikan?
Apakah kau akan menerima pengakuanku?
Apakah kau akan percaya padaku?
Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?
Tersenyum padaku seperti ini?
Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?
Meninggalkanku?
Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin
menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah
mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.
Jangan pergi dariku.
Tetaplah di sisiku.

.::*::.

ayo yang belum baca 'wajib' baca ya ;) dijamin nggak akan rugi kok. oh ya, bisa di download juga di 4shared kok. bacanya ngurut berdasarkan musim ya, dimulai dari summer, hehehe. kalo baca ngacak juga nggak masalah. saya bacanya dari autumn, winter, summer, (dalam proses pembacaan) terus spring (belum kesentuh malah) #plak ayo baca ya!

Happy reading! ;)